Kopi Sore
Sore ini, setelah selesai melakukan sauna alami dengan menyapu dan mengepel rumah, aku menyeduh segelas kopi. Entah mulai kapan aku menjadi penggemar tetap kopi, yang pasti setelah beberapa bulan setelah menjadi mahasiswa, aku menjadi penikmat setia kopi.
Aku tidak meminum kopi untuk membuatku membuka mata lebih lama karena tugas-tugas yang banyak. Terlalu hiperbolis orang-orang yang beralasan demikian menurutku. Kesukaanku kepada kopi lebih karena kerutinanku membelinya sebelum kelas dimulai.
Jenis kopi yang kusuka adalah kopi dengan krimer dan sedikit gula. Rasanya manis, tapi tidak terlalu manis, dan tidak menghilangkan pahit khasnya kopi. Agaknya jenis kopi ini juga merepresentasikan diriku. Aku bukan tipe orang yang nyaman dengan keadaan soliter, maka kubiarkan beberapa orang masuk ke kehidupanku, mengacak-ngacaknya, menyegarkannya, menambahkan cerita dan rasa baru. Namun tidak satupun dari mereka kubiarkan mengubah diriku yang sebenarnya.
Keluarga dan teman-temanku merupakan substansi yang sama seperti krimer dan gula pada kopi kesukaanku. Mereka membuat kopiku menjadi manis dan lebih creamy, namun tidak melunturkan jati diri asliku, yang pahit dan agak realistis, hanya sedikit mengubahnya.
Ah, aku ingin menyeduh segelas kopi lagi..
Comments
Post a Comment