(Fiksi Singkat) Selepas Hujan
“Apa keinginan yang barusan kau pikirkan?”
“Aku tidak memikirkannya, aku berdoa untuknya.” Ia menoleh datar ke arahku.
Angin sejuk selepas hujan beraroma rumput basah menerpa lembut sisa-sisa rambutnya yang tak terikat.
Aku menginjak pedal gas, meninggalkan taman pemakaman itu, tempat ia ditelan senja.
“Aku tidak memikirkannya, aku berdoa untuknya.” Ia menoleh datar ke arahku.
Angin sejuk selepas hujan beraroma rumput basah menerpa lembut sisa-sisa rambutnya yang tak terikat.
“Lalu apa yang kau doakan?” Lanjutku.
“Kau. Agar kau tidak beranjak lagi.” Ia menatapku dan tersenyum simpul. Wanita ini, wanita yang tumbuh bersamaku, memiliki senyum yang paling ingin kurengkuh selama hidupku.
“Jangan.”
“Jangan.”
“Ada apa dengan kata sinis itu?”
“Aku pendosa, Tuhan mungkin sudah menyiapkan yang jauh lebih baik dariku. Ya, semacam manusia dengan jiwa setengah malaikat.” Aku semakin tak berani melihatnya.
“Bagaimana kalau kau bermain Tuhan?”
“Maksudmu?”
“Bagaimana kalau kau bermain Tuhan?”
“Maksudmu?”
“Ya, aku berdoa padamu agar kau tak beranjak lagi. Maukah kau mengabulkannya?”
“Kalau aku, tentu.”
Penghujung sore itu terlalu indah bagiku. Semburat senja, senyum, dan tangannya yang menari-nari kecil mengelus angin. Matahari perlahan turun ke peraduannya. Saatnya ia untuk pulang.
“Sampai berjumpa lain waktu.”
“Aku ingin lavender di lain waktu itu.” Katanya sambil mencium bunga krisan yang kubawa.
Penghujung sore itu terlalu indah bagiku. Semburat senja, senyum, dan tangannya yang menari-nari kecil mengelus angin. Matahari perlahan turun ke peraduannya. Saatnya ia untuk pulang.
“Sampai berjumpa lain waktu.”
“Aku ingin lavender di lain waktu itu.” Katanya sambil mencium bunga krisan yang kubawa.
***
Aku menyalakan mesin mobilku. Mataku tetiba terasa perih. Setitik air jatuh dari sudutnya.
“Maafkan aku yang tak pernah meminta kepada-Nya agar kau tak beranjak dariku. Maafkan.” Bisikku lirih.
Aku menginjak pedal gas, meninggalkan taman pemakaman itu, tempat ia ditelan senja.
***
Comments
Post a Comment